Selasa, 01 November 2011

..Bagaimana Penanganan yang Tepat untuk TB Kelenjar?..



Dear Dokter Agus,

Saya punya saudara yang terkena TB kelenjar dan terdapat benjolan di sebelah kirinya. Sudah 1 bulan benjolan itu pecah.Benjolan itu sering mengeluarkan cairan sehingga benjolannya semakin mengecil. Yang menjadi pertanyaan saya sekarang benjolan itu seperti daging yang keluar. Kira-kira apakah tindakan yang sebaiknya dilakukan?

Fajar (27), Jakarta


Jawaban:

Pembesaran kelenjar di leher dapat disebabkan oleh banyak etiologi dan salah satunya adalah infeksi tuberkulosis pada kelenjar (TB kelenjar). Pada proses perjalanannya infeksi TB pada kelenjar tersebut apabila tidak diobati bisa terjadi penyebaran pada kelenjar leher lainnya sehingga bertambah banyak (multipel). Selain itu bisa terjadi pecahnya kelenjar tersebut dan mengeluarkan cairan yang umumnya berwarna putih dan kadang kehijauan seperti yang terjadi pada kasus saudara Anda. Apabila seseorang terkena TB kelenjar sering bersamaan dengan TB Paru, tetapi bisa juga TB kelenjar tanpa TB paru. Selain pembesaran kelenjar, seringkali disertai gejala lain seperti nafsu makan turun, berat badan turun, berkeringat malam hari, malaise (sering lelah). Bila disertai TB paru dapat terjadi batuk kronik ( batuk > 2 minggu), batuk darah, nyeri dada atau sesak. Setiap diagnosis TB kelenjar harus dibuktikan secara mikrobiologi dengan ditemukannya kuman mycobacterium tuberculosis pada jaringan kelenjar tersebut. Umumnya dokter melakukan biopsi jarum halus (BJH) pada kelenjar tersebut dalam menegakkan diagnosis TB kelenjar. Hasil BJH juga diperiksa sel-sel nya (pemeriksaan sitologi) untuk menyingkirkan keganasan (kanker) karena seringkali pembesaran kelenjar di leher adalah suatu penyebaran kanker dari tempat lain. Terapi TB kelenjar dapat diberikan obat anti tuberkulosis (OAT) yang diberikan minimal 6 bulan dan bisa sampai 12 bulan. Terdiri atas fase awal biasanya dengan 4 macam obat yaitu rifampisin, isoniazid, pirazinamid dan etambutol yang diberikan selama 2 bulan. Fase lanjutan biasanya dengan 2 macam obat yaitu rifampisin dan isoniazid minimal 4 bulan. Apabila TB kelenjar sudah diobati maka akan terjadi pengecilan kelenjar tersebut dan akhirnya bisa menghilang. Pada kasus TB kelenjar disertai pecahnya kelenjar sehingga terjadi keluar cairan, setelah pengobatan biasanya cairannya akan mengering dan lama kelamaan akan habis. Pada beberapa kasus akan menimbulkan sisa sikatrik (jaringan parut) karena proses penyembuhan luka yang terjadi. Kemungkinan pada kasus saudara bp Fajar, terjadi sisa penyembuhan yang terlihat seperti daging tumbuh. Untuk kasus seperti ini yang terpenting adalah pengobatan TB kelenjar dengan obat antituberkulosis harus diselesaikan sampai tuntas. setelah dianggap selesai, apabila ada sisa (sequele) dapat dipertimbangkan tindakan pembedahan bila hal tersebut dirasakan mengganggu. Saran saya, sebaiknya dikonsultasikan langsung ke dokter spesialis paru yang merawatnya untuk diperiksa apakah yang terlihat sebagai daging tumbuh tersebut adalah sisa penyembuhan atau mungkin ada kelainan lain yang menyertai TB Kelenjar tsb yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Terima kasih, semoga menjawab pertanyaan Anda. Salam sehat.

dr. Agus Dwi Susanto Sp.P

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar