Tampilkan postingan dengan label YuAn *CoretanHati*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YuAn *CoretanHati*. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

..Tanah Gersang..


Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan, setiap orang adalah guru bagi kita.
Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapapun yang mereka berikan pada kita selama ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana.
Mereka mungkin tanah gersang. Dan kitalah murid yang belajar untuk menjadi bijaksana. Kita belajar untuk menjadi embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya, dan rembulan yang menghias malamnya.
Tetapi barangkali, kita justru adalah tanah yang paling gersang. Lebih gersang dari sawah yang kerontang. Lebih cengkar dari lahan kering di kemarau yang panjang. Lebih tandus dari padang rumput yang terbakar dan hangus. Maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan menjadi murid yang bijaksana.
Seperti matahari yang tak hendak dekat-dekat bumi karena khawatir nyalanya bisa memusnahkan kehidupan. Seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelma lahan subur, sejuk menghijau berwujud hutan.
Dan seperti batu cadas yang member kesempatan lumut untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya. Demi terciptanya butir-butir tanah. Demi tersedianya unsur hara agar pepohonan berbuah.

Yak post nitha kali ini nitha awali dengan sebuah penggalan yang ada di dalam buku “Dalam Dekapan Ukhuwah”. Nitha merasa bacaan di atas emang benar adanya. Semua orang yang ada di dalam hidup kita merupakan guru terbaik untuk kita. Yang baik, dan juga yang jahat.
Mereka yang selalu ada untuk kita, maupun mereka yang selalu menyakiti perasaan kita. Mereka semua tidak ada bedanya, mereka tetap guru bagi kita. Iya kan..??
Dari mereka yang menyakiti perasaan kita, kita bisa belajar supaya apa yang membuat kita sakit hati, gag kita lakuin ke orang lain. Jagalah perasaan orang lain, maka secara gag langsung kita tlah menjaga perasaan diri kita sendiri.
Dari mereka yang selalu ada untuk kita, kita bisa belajar untuk berusaha selalu ada untuk teman, sahabat atau orang yang kita sayang disaat mereka membutuhkan ataupun tidak membutuhkan kita.
Walopun sebagai manusia biasa, kita gag bisa memungkiri ketika kita disakiti oleh orang lain, atau disakiti orang yang kita sayang, pasti kita merasakan sakit yang begitu mendalam. Namun alangkah bijaknya jika kita memaafkan mereka dan mengambil pelajaran-pelajaran dari mereka. Karena ketika hati masih diliputi perasaan dendam atau amarah, maka hati itu akan sulit mengambil pelajaran yang terselip disetiap kejadian yang menghampiri kita.
Kalo kita perhatikan lebih seksama, kebanyakan orang yang menyakiti perasaan kita itu adalah orang-orang yang kita sayangi. Iya kan..??
Yah entah siapa mereka yang menyakiti kita, entah siapa mereka yang selalu ada didekat kita, namun yang pasti mereka semua adalah guru kita. Semua kembali ke diri kita masing-masing bagaimana mau menyikapinya..:)
Stay cool n carry on…

See you n bye bye…:*

Selasa, 30 Oktober 2012

..About True Love part 2..


Assalamu’alaykum...:)

Hay readers..

Pagi ini di Samarinda cuacanya kurang bersahabat, awan mendung menyelimuti langit Samarinda. Hawa dingin pun menggoda para penduduknya untuk bermalas-malas di rumah. Yaa termasuk aku, kebetulan jadwal kuliah hari ini gag begitu padat dan masuk siang nanti. Suatu nikmat bagi aku  yang notabene jarang ada libur kuliah..hehe agak lebay sich, tapi ini jujur loo…

Bangun tidur, entah kenapa aku langsung tergoda untuk menyentuh Lepi kesayanganku ini. Tapi sebenernya gag langsung si, karena tadi sempet cuci muka, bantu-bantu ibu n trus ngerjain pekerjaan rumah dulu..hehe..

Aku tergerak untuk membuka blog-ku ini, ku amati postingan-postingan yang udah aku post. Dan mata ku terhenti pada postingan-ku yang berjudul ..About True Love..

Okey, mungkin seharusnya itu berjudul ..About True Love part 1.. trus nanti akan ada part 2, part 3 dst.hehe..

..About True Love part 2..

Yaa yaa yaa, True Love..heemm kata yang menurut aku sangat “ajaib” atau lebih pasnya sangat “sensitive”..

Kenapa..??

Entahlah karena apa, tapi aku selalu dibingungkan oleh satu kata yang terdiri dari 5 huruf aja, “cinta”. Mungkin banyak teman-teman yang sama seperti aku.

Apa sich cinta itu..?? trus kalo true love apa..??

Ah kita tinggal kan sejenak apa itu cinta dan apa itu true love..

Tapi susunan 5 huruf (red:cinta) itu sering membuat kita tertawa, menangis, bertengkar bahkan sampai putus asa. Ada kekuatan apa sich di dalam kata itu..??

Okey, pasti pada masa awal kita jatuh cinta, kita akan merasakan bahagia. Bahkan sampai ada jargon “dunia serasa milik kita berdua” aseekk..

Tapi apakah kalian akan ingat dimana masa-masa kita menangis, kita bersedih, melamun setiap malam hanya karena doi yang belum tentu memikirkan kita, yang belum tentu menangisi kita..??

Aku yakin setiap orang yang pernah jatuh cinta akan merasakan masa-masa seperti itu, termasuk aku. Lalu kenapa kita menangisinya, menyesali kepergiannya..??

Mungkin jawabannya adalah, “karena aku masih sayang dia, aku gag mau dia pergi dari sisiku, aku gag bisa hidup tanpa dia.”

Ups, tunggu dulu, “aku gag bisa hidup tanpa dia”..??maksudnya apaan inni..??haaahhh apaan..jelasin dongg..(hehe..nyantai mbak mas bacanya)

Kita lahir ke dunia ini tanpa dia bukan, lalu kenapa bisa bilang seperti itu..hohoho..

Bukan kah kita hidup di dunia ini karena Allah semata, wahai sahabatku, aku gag munafik kalo aku pernah mengalami masa seperti itu.

Tapi yakinlah, Allah itu Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya, jika memang dia itu jodoh kita, entah seperti apa jalannya, dia akan kembali kepada kita, tetapi jika dia bukan jodoh kita, sekuat apapun kita berusaha mendapatkannya, itu akan sia-sia.

Dia jodoh kita ataupun bukan, itu bukan karena dia tidak baik untuk kita atau kita tidak baik untuk dia, tapi itu karena memang bukan dia yang di tuliskan menjadi jodoh kita di kitab Lauh Mahfuz.

Jadi apakah kita harus menangisi sesuatu yang bukan milik kita..??

Bukankah kita sendiri yang mengambil resiko untuk sakit hati..??

Yaa, dengan mencoba-coba cinta yang belum halal dihadapan-Nya, itu sama ajja kita mengambil resiko untuk menyakiti hati kita sendiri. Jadi yaa dinikmati ajja masa-masa seperti itu, belajarlah dari pengalaman yang telah terlewati, dari pengalaman orang lain dan dari lingkungan kita. 
Mungkin ini merupakan sebuah anak tangga untuk menuju kedewasaan kita.

Lalu kalo udah ngerasain sakit hati itu, apa kita akan mengulanginya lagi..??jawabannya ada di dalam hati kita masing-masing…hehe

Ehm mungkin ini sedikit pelampiasan rasa geregetan aku dengan keadaan di sekitar aku. Mungkin lebih pasnya rasa kesel, sebel, marah, kecewa. Ehmm..entahlah apa itu..

Tapi dengan semua kejadian-kejadian yang ada di dalam hidup kita, aku yakin semua pasti akan ada hikmah yang bisa kita petik (emangnya buah bisa dipetik)..hehe

Okey, mungkin kalian semua memiliki pendapat yang berbeda tentang “cinta”, aku harap kalian sudi meninggalkkan komentar di blog-ku ini agar aku mendapat masukan baru tentang “cinta”..hehe

Makasih yaa udah mampir di blog-ku ini. Jangan bosen-bosen yaa buad mampir di sini lagi..

See you bye bye..:)

Selasa, 04 September 2012

..Hidayah itu Kini Telah Menghampiriku..


Hay para readers..

Hari ini, 04 September 2012, waktu sudah menunjukkan pukul 21:42 wita, tetapi mataku belum bisa terpejam walau kantuk telah menyerang. Masih teringat jelas kata-kata salah satu sahabatku ketika dikampus tadi siang. “Hidayah itu kini telah menghampiriku”, ya kata itulah yang masih terekam jelas dibenakku.

Dan kini, ku coba menuangkan semua itu kedalam bentuk tulisan agar bisa saling terungkap secara jelas. Entahlah, akupun tak tau mengapa kata-kata itu masih terngiang di telingaku hingga saat ini, walau hari telah malam, bahkan hampir larut malam.

Tak tau berawal darimana, aku dan dia saling bertukar cerita satu sama lain, hingga akhirnya sampai pada pertanyaan yang ditujukan kepadaku, “nitha, kenapa sich kamu bisa berubah drastis seperti ini, dan itupun dalam waktu yang relative singkat, apa sich sebabnya?”.

Ya, itulah pertanyaan sederhana yang sering terlontar dari beberapa temanku dan salah satunya adalah sahabatku, tapi sampai saat ini belum ku temukan jawaban yang membuatku puas untuk menjawab pertanyaan itu. Atau mungkin memang semua itu tidak perlu dijawab dan dijabarkan kepada mereka. Entahlah, lagi-lagi aku pun tak tau.

Namun, kali ini aku berusaha menjawab pertanyaan sahabatku itu, dengan apa adanya ku jawab, ”sebenarnya itu bukan waktu yang singkat bagiku kawan, mungkin kenyataan yang terlihat sangatlah singkat, namun semua itu butuh waktu beberapa bulan, bahkan beberapa tahun untuk mengawali perubahan ini, iya walau pada awalnya bukan perubahan seperti inilah yang aku rencanakan, tapi mungkin inilah kehendak dan jalan yang ditunjukkan untukku oleh-Nya.”

“Alhamdulillah yaa ta, Allah telah menunjukkan jalan untukmu, aku turut bahagia dengan dirimu yang sekarang, kamu telah banyak berubah ta.” Itulah tanggapan sahabatku.

Hemh, sesungguhnya saat itu tak kuasa aku menahan air mata ini, namun dengan sekuat hati aku menahannya. Bukan, air mata itu bukan air mata kesedihan, namun air mata kebahagiaan.

Aku yakin, kalian pasti bertanya-tanya, perubahan apa si yang aku maksud..(^_^)

Mungkin kalian belum tau seperti apa aku dulu, aku hanyalah perempuan yang sangat minim akan pengetahuan agama, bahkan aku sangat malu jika teringat masa-masa itu. Ya masa-masa aku masih hidup dalam masa ke-jahiliyah-anku. Jangankan kewajiban menutup aurat, kewajiban melaksanakan sholatpun masih sering ku lalaikan dan tak ku pungkiri banyak dosa-dosa lain yang telah ku lakukan. Sungguh aku sangat malu jika mengingat itu semua, inginku lupa ingatan akan hal-hal itu. Namun, buat apa aku lari dari kenyataan yang ada? Bukankah, kesalahan di masa lalu seharusnya menjadi pelajaran untuk masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik?!

Semua itu berlangsung hingga aku masuk kuliah. Sampai tiba pada saat dimana aku mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Ku kira, ahh hanya pelajaran seperti pelajaran-pelajaran agama yang telah ku lewati di jenjang SD, SMP dan SMA.

Namun semua itu salah, tak seperti yang ku bayangkan. Mungkin disinilah perubahan itu dimulai.

Pada suatu pertemuan kuliah, dosenku membahas tentang aurat wanita dan perumpamaan seseorang berpakaian tapi telanjang.

Jeeddeerrrr…seperti tersambar petir di siang bolong. Itulah yang ku rasakan saat itu.

Apa…?? Berpakaian tapi telanjang, kok bisa si…??

Ternyata yang dimaksud adalah walau kita telah berpakaian tapi kita bisa dikatakan masih telanjang, jika pakaian yang kita pakai tidak sesuai aturan yang telah ada di Al-Quran, misalkan pakaian kita ketat sehingga lekuk tubuh kita terlihat oleh orang lain, lalu pakaian kita transparan.

Oh jadi yang dimaksud berpakaian tapi telanjang itu seperti itu, mulai saat itu, aku merasa galau, dan sering tampil tidak PD. Aku malu, sungguh aku malu sekali, aku merasa seperti telanjang walau pakaian telah melekat di tubuhku.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan hingga tahun pun berganti. Kegalauan itu masih menyerang fikiranku.

Hingga suatu hari ku putuskan, “okeh, mulai hari ini aku berniat untuk berkerudung, semoga Kau meridhoiku ya Allah.” Niat itu terikrarkan didalam hatiku.

Haripun silih berganti, akupun telah terbiasa dengan kerudungku ini. Aku mulai nyaman dengan hidupku yang sekarang ini.

Namun, semua itu tak membuatku puas. Aku masih sangat haus akan pengetahuan tentang Islam. Akupun mulai belajar mendalami apa itu Islam. Salah satunya tentang tata cara menutup aurat.

“seorang muslimah diwajibkan untuk menutup auratnya, berkerudungpun ada ketentuannya, syarat kerudung yang baik digunakan adalah tidak transparan seperti SARINGAN TAHU, dan muslimah wajib mengulurkan kerudungnya hingga menutupi dadanya.”

Kurang lebih itu yang aku tangkap dari sebuah pengajian yang disiarkan di radio.
Jeeedddeeerr…petir itupun kembali menyambarku. Hah…kerudungku seperti saringan tahu. Rasanya hati ini menjadi sesak. Berpakaian tapi telanjang lah, sekarang kerudung saringan tahu lah. Apa-apaan ini…?!

Ternyata masih banyak yang belum aku ketahui tentang ini. Akupun semakin merasa haus akan ilmu ini.

Ku buka kontak yang ada di hape-ku. Ku hubungi salah satu temanku, dengan tujuan aku mendapat ilmu baru darinya. Ternyata semua itu tidak sia-sia, aku semakin rajin menghadiri acara-acara seminar muslimah. Sampai di suatu acara, aku bertemu dengan seorang muslimah berparas cantik, dia sangat ramah dan masih muda, ya kira-kira 23 tahun umurnya sekarang, akhirnya kamipun bertukar nomor hape.

Pertemuan demi pertemuanpun kami lewati, banyak ilmu yang telah kami kaji bersama. Akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab. Dan, akupun menyadari bahwa harga jilbab itu tidaklah murah, aku harus menabung terlebih dahulu sebelum niatku itu terlaksanakan. Namun aku sangat bahagia, karena saudariku ada yang memahami masalah ekonomi tersebut, diapun memberiku beberapa jilbab, sungguh bahagianya hatiku, memiliki saudari yang peduli terhadap saudaranya.

Hingga akhirnya, Alhamdulillah aku telah memiliki beberapa jilbab yang ku inginkan itu. Sekarang tugasku adalah memakainya kemanapun aku pergi, termasuk ke kampus.

Hari pertama aku memakai jilbab, jujur aku masih kurang PD. Atau mungkin lebih tepatnya aku risih dengan pandangan mereka-mereka yang memandangiku dengan tatapan yang… entahlah tatapan apa itu aku pun tak tau. Bahkan ada juga yang berkata padaku, “Ih km kayak nenek-nenek pake pakaian seperti itu.” Namun, buat apa aku malu jika niatku adalah menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslimah. Okeh ku putuskan untuk tetap bertahan pada pendirianku saat ini, bisa jadi ini hanya ujian awalku memakai jilbab, jadi ku persiapkan diri untuk menghadapai ujian-ujian selanjutnya.

Sampai akhirnya aku mulai terbiasa dengan hal-hal yang sejenis itu, dan sampai saat ini aku tetap enjoy dan yang pasti aku lebih bahagia dengan jalan hidupku yang sekarang…(^_^)

Hehe…ide konyol darimana yang didapat oleh sahabatku itu. Dia berkata, “ wah ta, ceritamu itu bagus loch kalo dijadiin cerpen ato bahkan novel, ntar judulnya “Hidayah itu kini telah menghampirku”.”

Dasar sahabatku ini, kata-katamu itu sudah membuatku tak bisa memejamkan mataku. Kata-kata yang singkat, sederhana  tapi mengena dihati. Namun dari kata-kata itu kini aku menyadari, ternyata hidayah itu benar-benar telah menghampiriku…(^_^)

Terimakasih kawan karena kau telah menyadarkanku akan hal itu dan terus mendukungku…(^_^)

Wah tak terasa sudah 1 jam lebih waktu yang terlewatkan dari saat aku memulai menulis tulisan ini. Malampun semakin larut, dan ternyata mataku sudah tidak bisa diajak kompromi. Maka ku putuskan untuk menyudahi tulisanku ini. insyaaLlah dilain kesempatan aku akan kembali berbagi tentang kisah hidupku kepada kalian semua.

Terimakasih untuk kalian semua yang telah menyempatkan membaca coretan hati nitha ini, silahkan tinggalkan kritik dan saran, dengan senang hati aku akan menerimanya. Terimakasih pula untuk sahabat-sahabatku yang selalu ada untukku…(^_^)

See you bye bye…(^_*)

..Kepada Hatimu yang Bukan Untukku..


Aku tulis catatan ini ketika aku terombang-ambing ditelan kesepian dan ragu yang deras mengimpit.

Dini hari menjelang pagi datang, ditengarai sepi dan luka yang menghujam tajam, untuk kesekian kalinya aku mencoba menyapa cintamu.

Tapi tak ada jawab.

Yang kutemui hanya lembap udara yang berembus panas.

Tak ada gerimis turun, membuat terik matahari bebas menerabas daun-daun dan jatuh di wajah tanah merah dan aspal.

Gerah segera berubah peluh.

Menyatu bersama degup jantungku yang mulai kehilangan jejakmu.

Kemana gerangan engkau pergi?

Dua tahun bukan waktu yang pendek buat orang seperti aku.

Yang selama ini selalu mencoba setia menjaga segala rindu dan cinta, untukmu.

Mungkin terdengar klise atau malah bodoh.

Tapi setidaknya itu yang kurasakan detik ini; gelisah dan pencarianku menyatu bersama kangen yang menumpuk dan mengecup penantian yang tak kunjung berakhir.

Apakah kau inginkan kesendirian saat ini?

Ketika semua mata menelaah segala apa yang kau lakukan.

Ketika jiwamu dalam ketidakpastian; menyelami diri, berkaca dari dasar hati dan menelan manis-pahit kehidupan.

Apa yang kau dapatkan?

Kesempurnaan dari sebuah debat hati ataukah pengakhiran dari sebuah perenungan?!

Detik ini, aku hanya bisa bertanya sekali lagi; kemana sebenarnya engkau pergi?

Ajari aku mencari peta raga, jiwa, dan hatimu.

Karena yang kuyakini dan kudapatkan kini jelas sudah: hatimu ternyata bukan untukku, ternyata.

Terima kasih untuk setiap sentimeter kebahagiaan yang telah kau berikan.

Berbahagialah dengan kekasih pilihan hatimu.

Aku akan coba untuk “rela”; merelakan hatimu untuk orang lain, bukan untukku.



Dikutip dari buku “Cinta itu, Kamu” dengan pengarang Moammar Emka. (^_^)

Sabtu, 01 September 2012

..About True Love..


Hay para readers, selamat berjumpa kembali dengan tulisan yang satu ini. Kali ini aku mau membahas tentang “Love”. Yaa kalo membahas tentang topic yang satu ini mah gag akan ada abisnya sich. Hehe.. tapi aku berusaha ingin mengungkap sedikit fakta dari cinta. Yaa walo hanya sedikit sekali. Karena kalo dibahas terus gag aka nada habisnya..hehe.. ehm yaa udah langsung ajja yuks ke TeKaPe.. (^_^)

Kalian percaya gag yang namanya  “True Love” ????

Sebelum kita menyimpulkan “True Love” itu ada ato gag, yuks mari kita liat beberapa contoh kasus dibawah ini (hemh, ilmiah banget kayaknya pake acara menganalisa kasus)..Hehe..

Sering kita sebut cinta ibu kepada anaknya itulah “True Love”. Tapi coba deh kita analisa lebih mendalam. Seorang ibu menyayangi dan mencintai anaknya dengan sepenuh hati agar dia gag dibilang ibu yang jahad, ato dengan kata lain ingin mendapatkan predikat sebagai ibu yang baik. Dia gag mau mendapat pandangan jelek tentang dirinya dimata orang lain (yaa walau tak semua ibu seperti itu). Jadi apakah itu definisi “True Love” yang sebenarnya..??

Mari kita tengok ke kasus yang lain lagi. Cinta adam kepada hawa ato sebaliknya. Adam akan mencintai hawa mungkin bisa karena sang hawa perhatian, selalu ada disaat adam membutuhkan, ada disaat suka maupun duka, de-el-el. Sedangkan sang hawa melakukan hal tersebut diatas dengan harapan mendapat feedback dari sang adam. Sang hawa juga ingin diperlakukan sama oleh sang adam. Jadi apakah itu definisi “True Love” yang sebenarnya..??

Bukan, itu bukan “True Love” tapi itu cinta yang dikarenakan saling menguntung kan. Cinta yang ada karena adanya feedback. Jadi apakah “True Love” itu benar-benar ada..??

Hemh tapi aku gag bisa menyimpulkan apakah “True Love” itu ada ato tidak. Karena rasanya tidak pantas aku menyimpulkan hal itu. Cinta itu ajaib, jadi hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. So, mungkin “True Love” itu ada dan mungkin juga gag ada. (^_^)

Kayaknya cukup dulu deh aku membahas tentang “Cinta”. Aku tau pasti banyak yang tidak setuju dan mungkin pula ada yang setuju. But, ini sebagian kecil pendapat dari aku “About Love”. Hehe.. (^_^)

Selasa, 27 Desember 2011

..Layak gag sich kita dikatakann muslim..


“Layak gag sih kita di katakan muslim, la islam itu sendiri ajja kita gag kenal.”

Iya kata-kata di atas itu menggelitik hati nitha saat membaca sms dari seseorang. Dan segera nitha menghidupkan laptop serta mengungkapkannya segala yang singgah di hati nitha..hehe

Sahabat geli juga donk kalau membaca sms seperti di atas.

Memang benar apa kata sahabat nitha yang mengirim sms ke nitha seperti itu, sebenernya layak gag sich seseorang di sebut muslim tetapi islam sendiri itu gag taw..??(sahabat jawab sendiri ajja iaa,,semoga kita semua bukan termasuk golongan itu..aamiin)

Semakin menguatkan tentang “islam ktp” itu memang ada.hehe..

Sangat menyedihkan iaa sahabat. Islam hanya di jadikan agama tuk mengisi kolom biodata saja, tetapi tidak melaksanakan apa yang islam ajarkan dan perintahahkan. Bahkan sebenarnya “mereka” tidak tahu islam itu apa..astagfirullah..

Padahal sesungguhnya islam itu sangat indah dan semuanya ada di islam.

Misalnya ajja nitha mengambil contoh tentang pakaian takwa, yang jelas sahabat sudah tau semua dunk kalau di islam di wajibkan mengenakan jilbab serta khimar.

Sahabat tahu kan jilbab itu apa..??

Jilbab itu sebenernya baju terusan tanpa lekuk tubuh yang mungkin lebih familiar kita sebut dengan gamis, sedangkan khimar itu kerudung..:)
Tapi kenyataannya walau telah jelas-jelas diungkap di al-quran masih banyak saja para akhwat yang tidak mengenakannya.

Malah banyak nich yang ditanya, “ukhti, anti cantik Loch kalau 
mengenakan jilbab seperti itu, tapi kenapa gag dikenakan sehari-hari ukh..??”

Sahabat tahu jawabannya apa, kebanyakan mereka menjawab, “saya belum siap mengenakan jilbab, jadi saya menjilbabi hati saya terlebih dahulu, jika nanti sudah siap, saya pasti mengenakannya kok.”

Astagfirullah, semoga hidayah menghampiri mereka semuanya.aamiin..

Sesombong itu kah kita terhadap perintah Allah. Padahal di antara kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita, sedang apa yang sudah kita punya untuk bekal hidup kita di akhirat nanti..??sudah cukupkah sahabat..??

Sesungguhnya semuanya telah ditetapkan oleh islam, tidak lain untuk menjaga izzah (kehormatan) wanita dan menjaga sifat iffah (ketinggian) kaum muslimin. Indah kan sahabat sebenarnya islam itu. Semuanya udda di atur. Cuma kembali ke kitanya ajja mau ato gag di atur..iya kan..hehe

Sebenarnya masih banyak contoh lainnya sahabat, tapi kapan-kapan lagi iya nitha bahasnya, soalnya nitha capeg banget, tapi kangen dengan sahabat semua jadi nitha sempetin berbagi sedikit dengan para sahabat..hehe

Makasih iya udda berkunjung dan membaca blog nitha. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan mohon maap jika ada kesalahan dari kata-kata maupun isi dari coretan nitha, karena sesungguhnya segala yang baik-baik datangnya dari Allah dan yang buruk-buruk datangnya dari diri nitha.:)

Sampai jumpa iaa sahabat..:)

Jumat, 04 November 2011

..Di Dalam Diam..

Kata orang bijak "Kebenaran itu bukan untuk dipelajari, melainkan ditemukan."
Karena semua teori nampak benar, jarang ada teori salah, namun ketika teori menjadi aplikasi, mulai terjadi try and error.
Maka pertanyaan saya selanjutnya adalah: "Di mana mencarinya? iya dimana mencari kebenaran itu."
And talking about life, bicara tentang hidup maka jawabnya adalah "Di dalam diam! iya kebenaran hanya bisa ditemukan dalam diam, dan saya menemukannya.”
Sebab, di dalam diam itu saya bisa berbicara dengan hati.

Seberapa sering saya bertanya
''apakah ini benar, apakah itu salah?"
Dan jawabannya selalu saya temukan ketika saya hening dan diam, tak perlu curhat sana sini, tak akan saya temukan disana, karena kebenaran ada dalam hati nurani..

Hati merupakan teleskop dari jiwa bukan, sedangkan mata merupakan teleskop dari hati…

Manusia sering mempertunjukkan kekerdilan diri karena tidak mau diam.
Mulut nyerocos, semakin banyak bicara semakin terkuak aib aib kita yang sudah ALLAH tutupi, kita buka lebar lebar, atau bicara tapi tidak nyambung antara keinginan hati dan paparan mulut.
Berbuih-buih sudah mulut berkoar isinya dusta, akhirnya kebohongannya terkuak dan sulit ditambal jika sudah terkuak.
aib tersebur dan kemulian saya sebagai manusia terkikis.

Itu karena saya dan manusia lain kurang merenung, kurang “diam“.
Saya jadi ingat pesan seseorang kepada saya jika terus bicara maka hati tak lagi peka mendengar "suara" orang lain karena tersumbat oleh suara sendiri :)

Karena bila saya tak mampu memahami masalah sendiri dengan dalam, bagaimana bisa memahami orang lain?
Maka, yang muncul kemudian adalah menyalahkan, menyikut, mempermalukan, membodohi, dan menipu orang lain.
Saya jadi licik, "Oleh karena itu, yang penting bagi saya, kerjakanlah apa-apa yang baik bagi saya dan bukan yang baik menurut mereka, sembari saya serahkan jiwa raga saya pada ALLAH"
Ini juga ada ditulisan Jatiswara Kawedar "Manusia itu sesungguhnya adalah gurunya sendiri; di dalam dirinya sendiri terdapat rahasia keberadaannya."

Ketika saya mencela dan menghakimi seseorang : mengapa repot-repot mencela dan menghakimi?
Bukankah setiap perbuatan adalah tanggung jawab saya sendiri dan saya tidak harus bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain?
Daripada membuang-buang tenaga untuk mencela dan menghakimi, menuding ke sana kemari, mengapa tidak duduk diam dalam hening, mengamati napas dan kesejatian saya, untuk memupuk kebajikan dan kebijaksanaan dalam diri

Lidah adalah salah satu kenikmatan yang besar yang dianugerahkan ALLAH kepada manusia, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa yang menjaganya dengan baik dan bahaya yang besar bagi siapa yang meremehkannya (membiarkannya) lalu digunakannya pada jalan atau tempat yang tidak semestinya.

Iya, ketajaman lidah mengalahkan ketajaman pedang yang mampu membelah besi dan daya penghancur (rusak)nya sangat kuat mengalahkan cuka dalam merusak madu yang manis.
Cara menyelamatkan diri dari bahaya lidah adalah diam, Diam Itu Emas Dalam upaya mendewasakan diri saya :)

" Maka sekali-selai diam dan merenunglah "

Diam itu BIJAK, namun sedikit sekali orang yang melakukannya.. . mungkin termasuk saya :)

Rabu, 26 Oktober 2011

..Apapun Kata Orang, Inilah Jalanku dan Pilihanku ..


Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek..

padahal rambut mereka seperti daun kering melambai..

Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman..

padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu..

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah..

padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah..

Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”..

padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun..

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik..

padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini..

Mereka bilang dandananku pucat..

padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel..

Mereka bilang aku nggak gaul..

padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng..

Mereka bilang:

aku sok suci..

aku tidak menikmati hidup..

aku nggak ngalir..

aku fanatik sok lebay..

dan sok bau surga..

Ku jawab:

Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada meskipun letaknya di atas tahta emas..

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak..

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan..

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)..

Ya, aku memang sok lebay. Karena aku adalah manusia yang lemah yang terserang makhluk kecil macam virus saja tubuhku sudah ambruk, manusia yang bodoh yang tidak mengetahui nasib hidupku satu detik setelah ini, manusia yang serba kurang dan punya batas waktu yang ketika waktu itu habis aku tidak bisa mengulurnya ataupun mempercepatnya..

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga...

Kullu maa huwa aatin qoribun

Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat...

Manusia dibekali Islam dan Muhammad Sallaullahu'alaihiwasallam sebagai pembawa huda dan haq..

Manusia juga dibekali akal oleh Rabb Sang Pencipta..

Namun, manusia diberi kebebasan memilih untuk hidupnya..

Dan, there is only one choice..

Untuk itulah aku memilih jalanku..

Memilih jalan hidupku..

Hidup yang aku dambakan..

Mendamba apa yang telah dijanjikanNya..

Janji yang tak akan pernah teringkari..

Whatever... what they said..

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Qs. Al-An’am 116).

"Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Qs. Ar-Rum 6).

Selasa, 25 Oktober 2011

.Aku Bukan Muslimah Yang Baik..



Aku bukan muslimah yang baik...

Ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi Al-Qur’an,
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuatku semakin dekat dengan-NYA…


Aku bukan muslimah yang baik…

Ketika muslimah lain sedang sibuk sedang sibuk menambah hafalan-hafalan ayat-Nya, aku malah asik menghafal lagu-lagu yang melalaikan aku dari-Nya…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain makin memanjangkan jilbabnya,
aku malah semakin risih dengan jilbab panjang…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain sibuk menuntut ilmu-Nya,
aku malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jauh jarak dengan-Nya…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain malu menampakkan wajah dan fotonya,
aku malah sibuk meng-upload foto-fotoku agar bisa dilihat semua orang…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain berusaha menundukkan pandangannya,
aku malah sibuk memperhatikan wajah tampan yang bukan mahramku…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain menjaga hubungan dan jarak dengan lawan jenisnya, aku malah duduk berdekatan dengan pria…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain berbincang tentang hal-hal yang bermanfaat,
aku malah membicarakan aib dan jejelekan orang lain…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain menjaga kata-katanya dengan baik,
aku malah sering menyakiti hati orang lain dengan lisanku…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya, aku lebih asyik memperindah fisikku saja…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain sedang berpuasa sunnah,
aku lebih memilih selalu mengenyangkan perutku…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain bangun disepertiga malam untuk bermunajat pada-Nya, aku lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain sibuk untuk berda’wah dijalan-Nya,
aku lebih memilih santai dan menonton TV dirumah…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain sibuk ingin mendapatkan ridho dan cinta-Nya,
aku malah sibuk ingin mendapatkan sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja…


Aku bukan muslimah yang baik…


Ketika muslimah lain gelisah disaat imannya menurun,
aku malah semakin lalai dengan dunia…


Ya…


Aku memang bukan muslimah yang baik,
namun aku berharap bisa menjadi seperti muslimah lain yang beristiqomah berjuang untuk mendapatkan cinta-Nya.

Ya Rabb ampuni muslimah yang tidak baik ini,
semoga Engkau senantiasa membimbing muslimah tidak baik ini agar menjadi lebih baik dihadapan-Mu…
Aamiin ya Rabb,,