Tampilkan postingan dengan label YuAn *Artikel*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YuAn *Artikel*. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

..Filosofi Wudhu..

Assalamu’alaikum sahabat..

Alhamdullillah kita bisa berjumpa kembali di coretan nitha yang selanjutnya ini ya..hehe.. terima kasih ya Allah telah di beri kesempatan ini..:)

Ehm langsung saja yuk,,

Sahabat muslim dan muslimah yang nitha sayangi karena Allah SWT pasti sudah akrab dengan yang namanya “wudhu” kan, ya betul biasanya sebelum kita melaksanakan sholat, kita berwudhu dulu..:)
Karena jika melakukan sholat tetapi tidak berwudhu dulu maka sholatnya itu tidak diterima.
            “tidak diterima shalat seseorang jika berhadas sampai dia berwudhu,”(HR Bukhari)

Dan nitha juga yakin sahabat-sahabat nitha ini sudah mengerti rukun dan sunnah wudhu..:)

Sahabat tahu tidak filosofi wudhu..??yuk kita kupas sama-sama *tapi bukan ngupas mangga iya*..:)

Sahabat, ketika kita basuh wajah kita dengan air wudhu yang suci, maka kita harus memaknai itu dalam tindakan kita yang lalu, bahwa selama ini wajah kita memandang yang tidak hak, yang tidak seharusnya kita pandang, missal gambar yang seronok yang mengundang birahi, tulisan yang membangkitkan syahwat, dan contoh-contoh lainnya.

Rasulullah mengingatkan dalam hadisnya, “nadzratul ula laka wa nadzaratutstsani ‘alaika” (hadis).
Artinya, “pandangan pertama adalah untukmu dan pandangan berikutnya adalah laknat bagimu/musibah bagimu.”

Hadis ini memberi pelajaran penting untuk kita dalam menyikapi pandangan yang tidak hak bagi kita. Bahwa kalau kita turuti kehendak nafsu kita, memandang lawan jenis kita, maka kita akan semakin diperbudak nafsu dan tak akan pernah berakhir kecuali kalau kita paksa untuk berhenti.

“nafsu ibarat anak bayi yang menyusu pada ibunya. Seorang anak tidak akan berhenti dari menyusu bahkan sampai usia balita sekalipun. Kecuali ibunya memaksanya untuk menyapih maksimal pada usia 2 tahun.”

Sahabat, ketika kita basuh kedua tanganmu sampai siku, maka pahami itu dalam kehidupanmu ketika mungkin kita pernah, bahkan sering menzalimi orang dengan tangan kita. Kezaliman itu bisa terjadi dengan tindakan kita menampar orang lain, menandatangani keputusan/kontrak yang tidak legal dan tidak seharusnya kita tandatangani, kalau kita seorang hakim, mungkin kita pernah mengetuk palu untuk keputusan yang tidak adil sehingga merugikan orang lain dan sebagainya.

Maka sadari itu semua dengan penuh kesungguhan mengharapkan ampunan Allah karena tindakan salah kita. Semoga dengannya akan gugur kesalahan kia bersamaan dengan jatuhnya air ke bawah.

Sahabat, ketika kita mengusap kepala, maka pahami pula itu semua dalam tindakan kita pada saat kita mungkin pernah dan sering berpikir yang negative, berpikir yang kotor dan jorok sehingga tak jarang energy berpikir kita habis dikuasai dan dijajah oleh kehendak nafsu kita. Mungkin pula kita pernah membuat maker dan strategi jahat untuk menjatuhkan saudara dan lawan bisnis kita. Sehingga  kita berpikir untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginan kita. Sadari itu semua. Mintalah kepada Allah agar kesalahan itu terhapus dan gugur bersamaan dengan jatuhnya air wudhu yang kita usapkan pada kepala kita.

Termasuk juga pendengaran kita. Mungkin kita pernah, bahkan sering mendengar ayat-ayat setan, nyanyian dan senandung yang membangkitkan syahwat, gemar mencari kesalahan orang lain, hobi mencuri berita, senang mendengarkan gossip orang lain dan sebagainya. Sungguh pendengaran kita akan dimintai tanggung jawab oleh pemberi nikmat itu.

Allah berfirman, “sesungguhnya segala pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan dimintai pertanggungjawaban,”(QS Al-Kahfi [18]: 36).

Maka saatnya kita mohon ampun kepada Allah agar digugurkan segala kesalahan dan kekhilafan kita seiring dengan bergugurannya air wudhu.

Sahabat, ketika kita membasuh kedua kaki kita sampai mata kaki, maka pahami itu semua dalam tindakan keseharian kita ketika kita mungkin bahkan sering melangkahkan kaki untuk berbuat maksiat, menginjak harkat martabat serta kehormatan orang lain. Kalau kita penguasa, pejabat, atau yang memiliki otoritas dan power mungkin kita bersikap tidak adil terhadap bawahan kita yang menyebabkan orang yang ada dibawah kita rendah dan dihinakan serta dilecehkan.

Maka semoga air wudhu kita bisa menggugurkan kesalahan itu semua bersamaan dengan gugurnya air yang kita alirkan dan kita basuhkan pada kedua kaki kita.

Segalanya mungkin terjadi dalam hidup ini, kalau kita menyadari betapa manusia ini sesungguhnya makhluk yang lemah yang sering kali berbuat nista dan dosa. Tetapi semuanya sudah berlaku dalam agama bahwa siapa yang berbuat salah dan dosa maka langkah terbaik dan mesti dilakukan adalah dengan segera beristighfar dan melakukan amal soleh yang akan menghapus kesalahan yang telah terjadi.

Rasulullah bersabda, “bertakwalah kepada Allah di mana pun kau berada, dan ikutilah kejahatan itu dengan kebaikan maka akan terhapus dosamu. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak baik.” (Hadis).

Sahabat, yakinlah bahwa dengan wudhu kita, kita akan terlihat indah dan manis, senyum kita membawa rahmat dan perdamaian serta kesejukan, wajah kita akan bersinar terang mencerminkan ketawaduan dan kesalehan kita. Kita akan menjadi istimewa dan mulia di hadapan Allah. Dan semoga kita akan mewarisi surga Allah sebagaimana sahabat Bilal bin Rabah mewarisi surga dengan sabda Rasulullah yang mendengar bunyi sandal Bilal keika Rasulullah mi’raj ke langit menemui Allah dan menikmati sesaat harumnya surga yang abadi yang diperuntukkan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Nah sekarang kita semua sudah mengerti dan insyaaLlah sudah memahai filosofi wudhu..:)

Dan semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat nitha yang nitha sayangi karena Allah..
Ehm kita sudahi dulu ya kesempatan kali ini, nitha mau nyicil ngerjain tugas-tugas nitha nich..hehe..
Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya iya..:)

Wassalamu’alaikum..:)

Sumber : The Inner Power of Muslimah

Jumat, 02 Desember 2011

..Hindari Cinta Buta..

Assalamu’alaikum sahabat-sahabat ku..:)

Masih ingatkan dengan buku yang sedang aku bedah (tapi bukan di operasi iya..hehe)..

Kalau ada yang lupa atau tidak tahu, dengan senang hati aku beritahukan lagi..hehe.. itu tuch buku yang berjudul The Inner Power of Muslimah karangan Ustad Restu..
Dan kali ini aku mau berbagi salah satu bahasan yang berada di dalam buku tersebut dengan sub bahasan “Hindari Cinta Buta”.. kayanya cocok tuch buat bacaan sahabat-sahabat semua..hehe..

Yuk kita simak langsung yuk..cekiprot..eh cekidot maksudnya..hehe

“Hindari Cinta Buta”

Saudariku,
Allah Maha Pemurah dan Maha Mulia. Dia telah memberikan kepada hamba-Nya melebihi harapan hamba-Nya. Allah mengetahui apa yang pantas dan apa yang tidak pantas dimiliki oleh hamba-Nya. Allah suka jika diminta dan akan kecewa jika tidak diminta.

Saudariku,
Ikut sertakan Allah di setiap desisan dan embusan napasmu. Melibatkan Allah dalam sendi kehidupanmu berarti kau telah mencintai Allah. Kau juga telah dengan tulus mengimani kehadiran dan wujud-Nya.

Saudariku,
Di antara cinta Allah kepada manusia ialah bahwa manusia diilhami oleh Allah perasaan cinta. Baik cita terhadap suami, calon suami, orangtua, ataupun anak. Ingatlah! Engkau hanya boleh mencintai mereka selama mereka rida mencintai Tuhanmu. Dan selama Tuhanmu rida, mereka layak dan wajib kamu cintai. Cinta buta, berarti cinta seradak-seruduk, yang mengabaikan rambu-rambu Allah, bahkan mengabaikan Allah itu sendiri.

Saudariku,
Ketika engkau mencintai seorang laki-laki, cintailah dia dalam kebenaran dan keimanan. Mencintai makhluk Allah haruslah dengan norma dan kepatuhann terhadap Tuhan Allah. Sehingga setiap langkah, gerak, serta tindakanmu bernilai ibadah dan manfaat serta menghadirkan kemuliaan dalam dirimu.

Saudariku,
Berdoalah kepada Allah dengan penuh cinta. Sungguh dia Maha Mendengar dan Maha Melihat segala permohonan hamba-Nya. Dia tidak pernah bosan dengan rengekan hamba-Nya. Tidak pernah dipusingkan dengan suara yang meminta. Dia mengasihi hamba-Nya, sebaliknya hamba-Nya banyak yang tidak berterima kasih kepada-Nya. Mintalah petunjuk dan bimbingan-Nya setiap saat dan setiap waktu. Supaya engkau meraih cinta yang hakiki. Allah Maha Luas pemberian-Nya. Allah Maha Kasih, Allah Maha Pemurah, Allah Maha Kuat, Alah Maha Mencukupi, Maha Sayang kepada hamba-Nya melebihi cinta ibu kepada anaknya. Jadi mengapa kita harus lebih mencintai selain Allah?

Saudariku,
Seorang ibu kehilangan biji matanya. Karena anak semata wayangnya telah pergi entah ke mana. Si ibu tidak bisa tidur, selalu meratap karena cintanya hilang. Lalu Allah menerangi hatinya lewat jalan kalam “La haula wala quwwata illa billah”, suatu ungkapan sebagai cerminan kepasrahan kepada Sang Ilahi, maka degan kehendak Allah, anak itu pun kembali ke pangkuannya.

Saudariku,
Jangan engkau putus harapan dan dibutakan cinta. Karena cinta sejati hanya milik Allah dan hanya pantas dimiliki-Nya. Buanglah kesedihan, kegalauan, kerisauan dengan membaca kalam-Nya. Bergembiralah dengan kebahagiaan dari Allah. Karena tidak ada kesulitan kecuali beriringan dengan kemudahan.

Saudariku,
Berbaik sangka dan bertakwalah kepada-Nya. Mintalah apa yang ada pada-Nya dan tunggulah. Kemenanganmu menjadi istimewa. Dan songsong cintamu dengan melibatkan cinta-Nya. Niscaya engkau tidak akan dibutakan oleh cinta.

“dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” (QS An-Nisa[4]: 29-30)

Nah, sudah selesaikan bacanya, semoga setelah membaca, tidak ada lagi di antara kita yang mencintai makhluk Allah secara berlebihan alias “Cinta Buta”..eheh..

Sekian dulu ya sahabat-sahabat ku, sampai jumpa di coretan ku selanjutnya..hehe

Minggu, 27 November 2011

..Tutup Aurat di Jalan, Jangan dibuka di Kantor..

Topic itulah yang aku putuskan tuk di unggah ke blog aku ini..:)

Eits, perlu diingat loch, ini lanjutan dari artikel-artikel sebelumnya yang bersumber dari sebuah buku karya ustad restu atau ustad cinta, dan masih dengan judul yang sama yaitu The Inner Power of Muslimah.

Yuks capcus kita simak..:)

Saudariku,
Keelokan dirimu, keindahan tubuhmu adalah anugrah Sang Pencipta. Jagalah dengan baik, jangan kau tunjukkan kepada semua orang di sembarang tempat. Jadikan taqwa sebagai pakaianmu. Dan gunakan santun sebagai mantelmu.

Saudariku,
Sikap menjada diri dan malu membuat engkau semakin anggun, membuatmu semakin cantik. Gunakanlah pakaian takwamu dan perhiasan imanmu. Jangan kau tinggalkan hijabmu, walau hanya sekejap. Hindari membuka hijab kepada selain yang telah ditentukan oleh-Nya. Jika kau benar-benar ingin dicintai dan disayangi oleh-Nya.

Saudariku,
Janganlah engkau melakukan segala sesuatu setengah-setengah. Engkau ingin menjadi pengikut Rasulullah Saw., tetapi engkau tidak mengikuti ketentuan dari Tuhannya. Ilah yang sangat dicintainya apakah itu bisa? 

Saudariku lihatlah ayat di bawah ini,
“wahai orang-orang yang beriman, masuklah engkau dalam islam secara keseluruhan” (QS Al-Baqarah (2) : 208)

Saudariku,
Ikuti Allah dengan mengikuti apa yang difirmakan dalam kitab-Nya, dan patuhlah kepada Rasulullah dengan mengamalkan Sunahnya. Maka engkau akan bersinar dan diagungkan oleh makhluk langit dan bumi. Dan dimuliakan serta diistimewakan oleh pemilik segala yang ada, yaitu Allah Swt.

Saudariku,
Pakailah pakaian takwamu, di mana pun engkau berada.
“Dan jaga hijabmu, bukalah hanya di depan orang-orang yang memang diizinkan oleh-Nya.” (QS An-Nur[24])

Engkau akan tetap terjaga dari segala sentuhan manusia durjana. Kau pun akan tampak elok dengan busanamu. Dan itu tanda bahwa kau tulus dan ikhlas mencintai Allah dan Rasul-Nya. Insya allah kau pasti akan merasakan nikmatnya iman.

“tak ada seorang manusia pun yang melepas pakaiannya selain di rumah suaminya sehingga tampak auratnya, melainkan berarti ia telah menyobek tirai antara dia dan Allah Swt.” (HR.Muslim)

Semoga artikel tersebut dapat berguna bagi para pembaca semua..:)
Keep spirit and never give up..:)

Selasa, 22 November 2011

..Jangan Putus Asa..

Saudariku,
Hidup ini adalah ujian dan cobaan. Setiap manusia pasti akan mengalami dan menghadapi ujian hidup. Dan setipa manusia mengambil bentuk ujian yang berbeda-beda. Kecil besarnya sebuah ujian bergantung sikap dan ntindakan manusia itu sendiri. Kalau kau punya masalah maka berharaplah kepada Allah akan solusinya. Jangan kau berputus asa. Hati orang yang berputus asa akan dengan mudah dimasuki setan.

Saudariku,
Janganlah engkau putus harapan kalau mengalami kegagalan. Karena tidak ada kesultan yang tidak diiringi dengan kemudahan. Karena itulah hokum kehidupan dan bagian dari kehidupan itu sendiri.

Saudariku,
Takdir Allah meliputi segala makhluk-Nya. Tak terkecuali binatang melata sekecil apa pun. Allahlah yang mengendalikan segala yang hidup di muka bumi ini. Mengatur, menjaga dengan segala kekuasaan dan keagungan-Nya. Allah mengetahui yang baik dan buruk. Dan mengetahui pula akibat dari semua yang terjadi. Sementara manusia disifati sebagai makhluk yang lemah. Hanya sedikit mengetahui tentang ilmu Allah Yang Maha Luas. Sifat manusia cenderung tergesa-gesa dan mengharap cepat.

Saudariku,
Sebagai seorang muslimah yang sejati, tidak sepantasnya kau berputus asa dari rahmat Allah. Kau sangat awam dalam mengetahui peristiwa yang akan terjadi nanti, esok hari, bahkan masa yang akan datang. Padahal kehidupan ini terus berputar seperti roda dan bulatnya dunia. Kadang berada di bawah, kadang pula ada di atas. Kadang senang dan kadang sedih. Begitulah gambaran kehidupa dunia yang sudah Allah takdirkan untuk makhluk yang dicintai-Nya. Maka tenanglah dalam menghadapi masalah. Ambil hikmah dibalik segala peristiwa yang terjadi. Allah mengujimu dalam kasih-Nya tentang kecintaanmu kepada-Nya. Jangan berputus asa. Karena itu akan menyeretmu pada kekafiran dan kemurkaan Allah. Kalau kau berputus asa, berarti kau tak percaya kasih saying dan pertolongan Allah.

Saudariku,
Berbaik sangkalah kepada Allah. Bertakwalah kepada-Nya dengan penuh kesungguhan. Mintalah apa yang menjadi keinginan dan kebutuhanmu. Dan tunggulah kemenangan dari-Nya. Maka engkau akan memperoleh sesuatu kebaikan sebagai hadiah. Dengan shalat, sabar dengan keikhlasan, tanpa putus asa, pancaran keistimewaan akan terlihat pada dirimu, wahai saudariku.

“sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir,” (QS Yusuf : 87)

Itulah penggalan salah satu pokok bahasan yang ada di dalam buku karangan Ustad Muhammad Restu Sugiharto atau yang lebih akrab dengan sapaan Ustad Cinta yang berjudul The Inner Power of Muslimah.
Semoga bermanfaat untuk kita semua..:)

Minggu, 20 November 2011

..Bahasa Gahol (gaul)..

A : Leh nal gag..??nama amu capa..??
B : oeh (boleh)

Sepenggal dialog anak muda jaman sekarang yang katanya menggunakan bahasa gahol (gaul). Memang tidak ada salahnya mereka menggunakan bahasa itu, karena sebenarnya setiap profesi memiliki ciri khas tersendiri dalam berbahasa.

Ada sebagian tokoh yang menentang penggunaan bahasa-bahasa gaul yang dikatakan anak muda jaman sekarang. Pendapat mereka yaitu bahasa tersebut merusak tatanan penulisan bahasa Indonesia. Padahal sebenarnya setiap profesi mempunyai bahasa mereka sendiri. Missal saja seorang berprofesi jurnalis, mereka akan menulis sesuai aturan mereka, mereka tidak mengindahkan aturan pemenggalan kata sesuai dengan EYD. Karena di dalam dunia kerja mereka setiap inchi atau setiap kolom di majalah atau korannya itu adalah uang. Contoh lain yaitu seorang dokter, mereka menulis resep obat dengan tulisan yang susah untuk dibaca orang yang bukan dari kalangan dokter atau perawat dan apoteker. Karena mereka memburu waktu untuk melayani pasien-pasien selanjutnya. Intinya tidak banyak waktu untuk memerhatikan tulisannnya itu indah di pandang atau tidak.

Hal di atas kurang lebih sama dengan fenomena gaya penulisan anak-anak muda jaman sekarang. Atau sering kali di sebut bahasa gaul atau bahkan bahasa alay.

Mungkin mereka ingin mengekspresikan kreativitas mereka dengan menggunakan bahasa-bahasa yang menurut mereka itu bahasa gaul. Mereka ingin dikatakan gaul makanya mereka menggunakan bahasa tersebut. Walau banyak pihak yang menentangkan dan kontra dengan gaya mereka tersebut. Tapi memang di dunia ini pasti ada yang pro dan kontra. Itulah yang di sebut keseimbangan kehidupan.
Jangan kita saling merendahkan gaya bahasa di antara kita dengan bahasa yang digunakan teman atau orang sekitar kita. Karena bahwasanya setiap orang memiliki cirri khas tersendiri.
Begitu pula janganlah kita mengejek atau bahkan menghina bahasa-bahasa daerah atau dialek dari suatu kelompok.

Contoh saja, waktu dosen saya pergi ke Malaysia, beliau bertanya dengan orang sana, “pakcik, bagaimana tanggapan orang Malaysia tentang bahasa Indonesia?”.
Apakah kalian tau apa jawaban orang Malaysia itu, dia menjawab, “Bahasa Indonesia itu lucu sekali kalau di dengar.”
Mendengar jawaban seperti itu, dosen saya menjawab, “jika kalian mendengar bahasa Indonesia itu lucu, lebih-lebih kami mendengar bahasa pakcik. Lebih lucu.”
Bisa kita simpulankan dari percakapan di atas, memang kita akan merasa ganjil atau lucu kalau mendengar orang yang notabene bukan orang daerah kita sendiri. Kita akan merasa bahasa yang mereka gunakan lucu dan aneh. Tapi apa kita sadar bahwa sebenarnya kita juga aneh dan lucu di hadapan mereka jika kita menggunakan bahasa daerah kita.

Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan bahwa apa saja bahasa yang kita gunakan dan bagaimana bahasa yang digunakan itu masih dalam lingkup yang positive, hargailah hal itu.

Hargailah perbedaan..:)